Point-point dalam konseling adalah:
1. Proses
2. Bantuan
3. Konselor
4. Klien
5. Pengambilan keputusan
Blog ini dapat dipergunakan sebagai referensi bagi para mahasiswa, konselor sekolah, dan pemerhati konseling. Khususnya terhadap hipnokonseling Gestalt (HiGest). Semoga bermanfaat, terima kasih.
Kamis, 27 September 2007
Teori Karir Anne Roe
POKOK-POKOK PIKIRAN TEORI KARIR ANNE ROE
1. Teori Anne Roe didasarkan pada suatu usaha untuk menunjukkan suatu hubungan antara pilihan karir dengan perbedaan individu seperti perbedaan latar belakang, perbedaan phisik, perbedaan psikologis dan perbedaan pengalaman.
2. Roe adalah pengikut aliran Humanistik, walau memiliki perbedaan-perbedaan dengan aliran Humanistik. Aliran Humanistik menyatakan bahwa ada 8 kebutuhan yaitu:
a. Kebutuhan fisiologis
b. Kebutuhan rasa aman
c. Kebutuhan untuk memiliki dan mencintai
d. Kebutuhan untuk dianggap penting, respek, harga diri dan indipenden
e. Kebutuhan akan informasi
f. Kebutuhan untuk bisa memahami dan dipahami
g. Kebutunan untuk keindahan
h. Kebutuhan untuk aktualisasi diri.
Dalam teorinya, Roe lebih mementingkan adanya kebutuhan untuk bisa dianggap penting, respek, harga diri dan indipenden bagi seseorang untuk dapat mengaktualisasikan diri.
3. Roe mengelompokkan 8 jenis pekerjaan sebagai berikut:
a. Services: Jenis pekerjaan ini mengutamakan layanan kepada orang lain. Pelayanan yang dimaksud adalah perhatian terhadap kebutuhan dan kesejahteraan orang lain. Pekerjaan ini antara lain adalah pekerja sosial, konselor, layanan-layanan konsultasi dan lain sebagainya.
b. Bussiness Contact: Jenis pekerjaan ini berhubungan dengan kegiatan tatap muka antara dua orang atau lebih yang membicarakan keuntungan, investasi, real estate. Hubungan antara dua orang sangat dibutuhkan, tetapi sebatas kegiatan persuasif dari pada pemberian bantuan
c. Organization: Jenis pekerjaan ini berbubungan erat dengan kegiatan manajerial baik di sebuah perusahaan atau lembaga-lembaga baik pemerintahan atau swasta. Jenis pekerjaan ini menutamakan efisiensi dan produktivitas sebuah lembaga, sehingga di dalamnya terdapat hubungan interpersonal yang sangat formal.
d. Technology: Jenis pekerjaan ini berkaitan erat dengan produksi barang, perawatan dan transportasi untuk mendukung layanan jasa. Hubungan interpersonal sangat kurang, karena mereka cenderung berhubungan dengan alat-alat.
e. Outdoor: Jenis pekerjaan ini berhubungan dengan kegiatan-kegiatan seperti penyemaian dan penanaman tanaman-tanama hutan, usaha-usaha pengeboran bahan mineral dan gas bumi, usaha-usaha pengumpulan hasil hutan, kegiatan yang berkaitan dengan kelautan, usaha penangkaran binatan liar dan lain sebagainya. Jenis pekerjaan ini menunjukkan adanya hubungan antar manusia yang minim.
f. Sience: Jenis pekerjaan ini berhubungan dengan pengembangan sebuah teori ilmu pengetahuan dan bagaimana mengaplikasikan teori ilmu pengetahuan. Hubungan antar manusia dilihat dari jenis ilmu pengetahuan apa yang sedang dikembangkan. Jika berhubungan dengan ilmu alam, maka relasi antar manusia semakin sedikit, tetapi jika berhubungan dengan ilmu sosial, maka relasi antar manusia dapat menjadi besar.
g. General Culture: Jenis pekerjaan ini lebih mengutamakan kegiatan melestarikan dan mentransmisikan budaya. Jenis pekerjaan ini memiliki perhatian terhadap aktivitas manusia sebagai suatu kelompok daripada individu. Pekerjaan ini antara lain di bidang pendidikan, jurnalistik dan bidang bahasa. Seringkali kelompok guru dikelompokkan dalam jenis pekerjaan ini.
h. Arts and Entertainment: Jenis pekerjaan ini membutuhkan orang-orang yang memiliki keterampilan dalam bidang seni dan hiburan.
4. Untuk tiap jenis kelompok pekerjaan tersebut di atas, terdiri dari 6 level atau tingkatan:
a. Proffesional and managerial 1: Kelompok ini memiliki ciri Independen dan tanggungjawab. Hal ini menunjukkan bahwa mereka adalah inovator, kreator dan berposisi sebagai pimpinan dalam hal manajerial dan administratif yang memiliki tanggungjawab terhadap bidang-bidang yang digelutinya. Kriteria mereka adalah: (1) memiliki independensi yang kuat dalam berbagai bidang, (2) memiliki kemampuan untuk membuat kebijakan, (3) memiliki pendidikan yang memadai (S1 atau yang sederajat).
b. Proffesional and managerial 2: Kelompok kedua ini memiliki perbedaan yang signifikan dengan kelompok pertama di atas. Perbedaan yang mecolok adalah: (1) mereka memiliki kemampuan untuk menginterpretasi kebijakan, (2) memiliki kemampuan untuk melaksanakan kebijakan dan (3) memiliki pendidikan setingkat diploma.
c. Semiprofessional and smal business: Kelompok ini memiliki kriteria sebagai berikut; (1) memiliki tanggungjawab yang rendah terhadap orang lain, (2) mampu melaksanakan kebijakan untuk dirinya sendiri dan (3) memiliki pendidikan setingkat sekolah menengah.
d. Skilled: Kelompok ini memerlukan magang atau pelatihan untuk dapat mengerjakan suatu kegiatan tertentu.
e. Semiskilled: Kelompok ini merupakan kelompok manusia yang melaksanakan pekerjaan dengan tidak memiliki otonomi sendiri, serta ijin untuk melaksanakan tindakan didasarkan pada perintah.
f. Unskilled: Kelompok ini melaksanakan tugas dengan tidak didasarkan pada keterampilan tertentu. Kelompok ini tidak membutuhkan keterampilan atau pendidikan tertentu dalam melaksanakan tugasnya.
5. Roe memberikan jenis-jenis pola asuh orang tua sebagai berikut: (a) konsentrasi emosi berpusat pada anak yang ditunjukkan dengan perilaku overprotective atau overdemanding, (b) penolakan terhadap anak dengan perilaku emotional rejection dan neglect,dan (c) penerimaan terhadap anak dengan perilaku mencintai dan menerima anak apa adanya.
6. Beberapa penelitian Roe menunjukkan adanya relasi antara pola asuh orang tua dengan orientasi pilihan karir siswa.
7. Diagram Hipotesis yang menunjukkan relasi antara pilihan pekerjaan dan hubungan (pola asuh) orang tua:
1. Teori Anne Roe didasarkan pada suatu usaha untuk menunjukkan suatu hubungan antara pilihan karir dengan perbedaan individu seperti perbedaan latar belakang, perbedaan phisik, perbedaan psikologis dan perbedaan pengalaman.
2. Roe adalah pengikut aliran Humanistik, walau memiliki perbedaan-perbedaan dengan aliran Humanistik. Aliran Humanistik menyatakan bahwa ada 8 kebutuhan yaitu:
a. Kebutuhan fisiologis
b. Kebutuhan rasa aman
c. Kebutuhan untuk memiliki dan mencintai
d. Kebutuhan untuk dianggap penting, respek, harga diri dan indipenden
e. Kebutuhan akan informasi
f. Kebutuhan untuk bisa memahami dan dipahami
g. Kebutunan untuk keindahan
h. Kebutuhan untuk aktualisasi diri.
Dalam teorinya, Roe lebih mementingkan adanya kebutuhan untuk bisa dianggap penting, respek, harga diri dan indipenden bagi seseorang untuk dapat mengaktualisasikan diri.
3. Roe mengelompokkan 8 jenis pekerjaan sebagai berikut:
a. Services: Jenis pekerjaan ini mengutamakan layanan kepada orang lain. Pelayanan yang dimaksud adalah perhatian terhadap kebutuhan dan kesejahteraan orang lain. Pekerjaan ini antara lain adalah pekerja sosial, konselor, layanan-layanan konsultasi dan lain sebagainya.
b. Bussiness Contact: Jenis pekerjaan ini berhubungan dengan kegiatan tatap muka antara dua orang atau lebih yang membicarakan keuntungan, investasi, real estate. Hubungan antara dua orang sangat dibutuhkan, tetapi sebatas kegiatan persuasif dari pada pemberian bantuan
c. Organization: Jenis pekerjaan ini berbubungan erat dengan kegiatan manajerial baik di sebuah perusahaan atau lembaga-lembaga baik pemerintahan atau swasta. Jenis pekerjaan ini menutamakan efisiensi dan produktivitas sebuah lembaga, sehingga di dalamnya terdapat hubungan interpersonal yang sangat formal.
d. Technology: Jenis pekerjaan ini berkaitan erat dengan produksi barang, perawatan dan transportasi untuk mendukung layanan jasa. Hubungan interpersonal sangat kurang, karena mereka cenderung berhubungan dengan alat-alat.
e. Outdoor: Jenis pekerjaan ini berhubungan dengan kegiatan-kegiatan seperti penyemaian dan penanaman tanaman-tanama hutan, usaha-usaha pengeboran bahan mineral dan gas bumi, usaha-usaha pengumpulan hasil hutan, kegiatan yang berkaitan dengan kelautan, usaha penangkaran binatan liar dan lain sebagainya. Jenis pekerjaan ini menunjukkan adanya hubungan antar manusia yang minim.
f. Sience: Jenis pekerjaan ini berhubungan dengan pengembangan sebuah teori ilmu pengetahuan dan bagaimana mengaplikasikan teori ilmu pengetahuan. Hubungan antar manusia dilihat dari jenis ilmu pengetahuan apa yang sedang dikembangkan. Jika berhubungan dengan ilmu alam, maka relasi antar manusia semakin sedikit, tetapi jika berhubungan dengan ilmu sosial, maka relasi antar manusia dapat menjadi besar.
g. General Culture: Jenis pekerjaan ini lebih mengutamakan kegiatan melestarikan dan mentransmisikan budaya. Jenis pekerjaan ini memiliki perhatian terhadap aktivitas manusia sebagai suatu kelompok daripada individu. Pekerjaan ini antara lain di bidang pendidikan, jurnalistik dan bidang bahasa. Seringkali kelompok guru dikelompokkan dalam jenis pekerjaan ini.
h. Arts and Entertainment: Jenis pekerjaan ini membutuhkan orang-orang yang memiliki keterampilan dalam bidang seni dan hiburan.
4. Untuk tiap jenis kelompok pekerjaan tersebut di atas, terdiri dari 6 level atau tingkatan:
a. Proffesional and managerial 1: Kelompok ini memiliki ciri Independen dan tanggungjawab. Hal ini menunjukkan bahwa mereka adalah inovator, kreator dan berposisi sebagai pimpinan dalam hal manajerial dan administratif yang memiliki tanggungjawab terhadap bidang-bidang yang digelutinya. Kriteria mereka adalah: (1) memiliki independensi yang kuat dalam berbagai bidang, (2) memiliki kemampuan untuk membuat kebijakan, (3) memiliki pendidikan yang memadai (S1 atau yang sederajat).
b. Proffesional and managerial 2: Kelompok kedua ini memiliki perbedaan yang signifikan dengan kelompok pertama di atas. Perbedaan yang mecolok adalah: (1) mereka memiliki kemampuan untuk menginterpretasi kebijakan, (2) memiliki kemampuan untuk melaksanakan kebijakan dan (3) memiliki pendidikan setingkat diploma.
c. Semiprofessional and smal business: Kelompok ini memiliki kriteria sebagai berikut; (1) memiliki tanggungjawab yang rendah terhadap orang lain, (2) mampu melaksanakan kebijakan untuk dirinya sendiri dan (3) memiliki pendidikan setingkat sekolah menengah.
d. Skilled: Kelompok ini memerlukan magang atau pelatihan untuk dapat mengerjakan suatu kegiatan tertentu.
e. Semiskilled: Kelompok ini merupakan kelompok manusia yang melaksanakan pekerjaan dengan tidak memiliki otonomi sendiri, serta ijin untuk melaksanakan tindakan didasarkan pada perintah.
f. Unskilled: Kelompok ini melaksanakan tugas dengan tidak didasarkan pada keterampilan tertentu. Kelompok ini tidak membutuhkan keterampilan atau pendidikan tertentu dalam melaksanakan tugasnya.
5. Roe memberikan jenis-jenis pola asuh orang tua sebagai berikut: (a) konsentrasi emosi berpusat pada anak yang ditunjukkan dengan perilaku overprotective atau overdemanding, (b) penolakan terhadap anak dengan perilaku emotional rejection dan neglect,dan (c) penerimaan terhadap anak dengan perilaku mencintai dan menerima anak apa adanya.
6. Beberapa penelitian Roe menunjukkan adanya relasi antara pola asuh orang tua dengan orientasi pilihan karir siswa.
7. Diagram Hipotesis yang menunjukkan relasi antara pilihan pekerjaan dan hubungan (pola asuh) orang tua:
Jumat, 03 Agustus 2007
POKOK-POKOK PIKIRAN TEORI KRUMBOLTZ
1. Krumboltz adalah salah satu tokoh teori Behaviorisme.
2. Asumsi teori pilihan karir Krumboltz adalah kepribadian seseorang dan daftar perilaku seseorang muncul karena mereka telah belajar sesuatu yang unik dari lingkungannya. Perilaku unik tersebut bukan karena mereka memiliki keunikan yang berasal dari dalam diri mereka sendiri dan bukan karena tugas perkembangan mereka sendiri.
3. Teori belajar sosial memiliki 3 tipe pengalaman belajar yaitu
a. Pengalaman Belajar Instrumental, Individu akan memiliki kecenderungan untuk mengulang perilaku tertentu jika perilaku tersebut mendapatkan reinforcemen (hadiah) yang positif (contoh, belajar tekun diganjar dengan nilai A, sebaliknya, individu akan menghindari perilaku tertentu jika dia mendapatkan hukuman);
b. Pengalaman Belajar Asosiatif, pengalaman ini akan muncul saat seseorang berhubungan dengan stimulus yang telah ada atau berhubungan dengan peristiwa-peristiwa netral (Contoh, seseorang akan menghubungkan rumah sakit dengan kematian orang terdekat dan kemudian menjadi sangat segan/malas untuk melakukan suatu aktivitas yang berhubungan dengan rumah sakit. Dengan demikian dia tidak akan memilih pekerjaan yang berhubungan dengan dunia kedokteran); dan
c. Pengalaman sendiri, manusia adalah mahkluk yang pandai yang dapat mengolah informasi, sehingga mereka dapat belajar perilaku dan keterampilan baru dengan sangat mudah. Perolehan perilaku ini bisa didapat melalui informasi dari media seperti buku, televisi, bioskop dan film.
4. Teori pilihan karir Krumboltz didasarkan pada 4 katagori/faktor yang mempengaruhi proses pilihan karir:
a. Genetik dan kemampuan spesial (Genetic endowment & Special Abilities)
Genetik dan kemampuan spesial yang dimiliki oleh seseorang dalam ilmu behavioristik masih menjadi perdebatan yang hangat. Artinya masih terjadi pertentangan terhadap kemampuan spesifik masing-masing individu. Hal ini didasarkan bahwa penganut paham behaviorisme masih tidak mempercayai kemampuan individu, bahkan, kemampuan individu saat ini merupakan hasil interaksi (belajar) dengan lingkungan. Lingkup genetik dan kemampuan spesial meliputi ras, jenis kelamin, kemampuan diri, karakteristik individu dan termasuk di dalamnya adalah cacat fisik (Physical handicaps). Bahkan masuk akal jika kemapuan spesial seperti intelegensi, kemampuan bermusik, kemampuan akan seni dan koordinasi otot lebih merupakan hasil dari interaksi dari lingkungan tertentu.
b. Kondisi dan peristiwa di lingkungan (Environmental Conditions & Events)
Kondisi dan peristiwa di sekitar yang mempengaruhi proses pilihan karir seseorang antara lain keadaan sosial, keadaan budaya, sistim politik, tekanan perekonomian, bencana alam dan kekayaan alam. Hal lain yang mempengaruhi proses pilihan karir seseorang adalah, (1) jumlah dan jenis kesempatan kerja, (2) jumlah dan jenis kesempatan untuk mengikuti pelatihan/kursus, (3) kebijakan sosial dan prosedur untuk memilih tenaga kerja, (3) peraturan dan hukum tentang ketenagakerjaan, (4) keberadaan dan permintaan akan tenaga kerja, (5) perkembangan teknologi, (6) perubahan pada organisasi-organisasii sosial, (7) pengalaman pelatihan, (8) sistem pendidikan, dan (9) pengaruh lingkungan (tetangga dan masyarakat umum).
c. Pengalaman Belajar (Learning Experience)
Kecenderungan pilihan karir seseorang sangat dipengaruhi oleh pengalaman belajar yang telah dialami oleh seseorang di masa lalu. Hasil belajar yang berhubungan dengan Genetik dan kemampuan spesial oleh Krumboltz diartikan sebagai antecendent (dalam teori ABC)
d. Keterampilan Pendekatan Tugas (Task Approach Skills)
Keterampilan pendekatan tugas merupakan hasil dari interaksi antara pengalaman belajar, karakteristik generik, kemampuan spesial dan pengaruh lingkungan. Keterampilan ini meliputi standar kinerja, standar nilai-nilai, kebiasaan dalam bekerja, proses kognitif dan persepsi, keutuhan mental dan respon-respon emosi. Perolehan keterampilan ini dilakukan melalui kegiatan:
1. Generalisasi pengamatan diri (Self-Observation Generalization/SOG)
Pengamatan diri untuk menyelesaikan tugas berkaitan dengann bagaimana seseorang dapat menyelesaikan tugas/pekerjaan tersebut sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Hal ini dapat dilihat bagaimana orang mengatakan, ”Saya memiliki kemampuan yang baik dalam hal matematika, tetapi sangat sulit untuk memahami bahasa inggris” atau “sangat sulit bagi saya untuk berdebat dalam sebuah tim, tetapi saya lebih bisa berbicara dengan gaya saya sendiri”.
Dengan kata lain, kemampuan melakukan pengamatan diri sendiri dalam pekerjaan akan menghasilkan kenyamanan seseorang dalam melakukan pekerjaan/tugas tertentu.
2. Generalisasi pengamatan lingkungan sekitar (World-View Generalization/ WVG)
Pengamatan ini dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan gambaran tentang lingkungan di mana dia hidup. Hasil pengamatan ini dipergunakan untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang pada lingkungan yang lain. Hasil pengamatan ini antara lain ”profesi layanan seperti konselor, hanya pantas dilakukan oleh orang yang memiliki kehangatan dan intuitif terhadap orang lain”.
Perlu diketahui bahwa keakuratan pengamatan ini akan dipengaruhi oleh seberapa banyak seseorang mendapatkan (belajar) pengalaman yang representatif.
1. Krumboltz adalah salah satu tokoh teori Behaviorisme.
2. Asumsi teori pilihan karir Krumboltz adalah kepribadian seseorang dan daftar perilaku seseorang muncul karena mereka telah belajar sesuatu yang unik dari lingkungannya. Perilaku unik tersebut bukan karena mereka memiliki keunikan yang berasal dari dalam diri mereka sendiri dan bukan karena tugas perkembangan mereka sendiri.
3. Teori belajar sosial memiliki 3 tipe pengalaman belajar yaitu
a. Pengalaman Belajar Instrumental, Individu akan memiliki kecenderungan untuk mengulang perilaku tertentu jika perilaku tersebut mendapatkan reinforcemen (hadiah) yang positif (contoh, belajar tekun diganjar dengan nilai A, sebaliknya, individu akan menghindari perilaku tertentu jika dia mendapatkan hukuman);
b. Pengalaman Belajar Asosiatif, pengalaman ini akan muncul saat seseorang berhubungan dengan stimulus yang telah ada atau berhubungan dengan peristiwa-peristiwa netral (Contoh, seseorang akan menghubungkan rumah sakit dengan kematian orang terdekat dan kemudian menjadi sangat segan/malas untuk melakukan suatu aktivitas yang berhubungan dengan rumah sakit. Dengan demikian dia tidak akan memilih pekerjaan yang berhubungan dengan dunia kedokteran); dan
c. Pengalaman sendiri, manusia adalah mahkluk yang pandai yang dapat mengolah informasi, sehingga mereka dapat belajar perilaku dan keterampilan baru dengan sangat mudah. Perolehan perilaku ini bisa didapat melalui informasi dari media seperti buku, televisi, bioskop dan film.
4. Teori pilihan karir Krumboltz didasarkan pada 4 katagori/faktor yang mempengaruhi proses pilihan karir:
a. Genetik dan kemampuan spesial (Genetic endowment & Special Abilities)
Genetik dan kemampuan spesial yang dimiliki oleh seseorang dalam ilmu behavioristik masih menjadi perdebatan yang hangat. Artinya masih terjadi pertentangan terhadap kemampuan spesifik masing-masing individu. Hal ini didasarkan bahwa penganut paham behaviorisme masih tidak mempercayai kemampuan individu, bahkan, kemampuan individu saat ini merupakan hasil interaksi (belajar) dengan lingkungan. Lingkup genetik dan kemampuan spesial meliputi ras, jenis kelamin, kemampuan diri, karakteristik individu dan termasuk di dalamnya adalah cacat fisik (Physical handicaps). Bahkan masuk akal jika kemapuan spesial seperti intelegensi, kemampuan bermusik, kemampuan akan seni dan koordinasi otot lebih merupakan hasil dari interaksi dari lingkungan tertentu.
b. Kondisi dan peristiwa di lingkungan (Environmental Conditions & Events)
Kondisi dan peristiwa di sekitar yang mempengaruhi proses pilihan karir seseorang antara lain keadaan sosial, keadaan budaya, sistim politik, tekanan perekonomian, bencana alam dan kekayaan alam. Hal lain yang mempengaruhi proses pilihan karir seseorang adalah, (1) jumlah dan jenis kesempatan kerja, (2) jumlah dan jenis kesempatan untuk mengikuti pelatihan/kursus, (3) kebijakan sosial dan prosedur untuk memilih tenaga kerja, (3) peraturan dan hukum tentang ketenagakerjaan, (4) keberadaan dan permintaan akan tenaga kerja, (5) perkembangan teknologi, (6) perubahan pada organisasi-organisasii sosial, (7) pengalaman pelatihan, (8) sistem pendidikan, dan (9) pengaruh lingkungan (tetangga dan masyarakat umum).
c. Pengalaman Belajar (Learning Experience)
Kecenderungan pilihan karir seseorang sangat dipengaruhi oleh pengalaman belajar yang telah dialami oleh seseorang di masa lalu. Hasil belajar yang berhubungan dengan Genetik dan kemampuan spesial oleh Krumboltz diartikan sebagai antecendent (dalam teori ABC)
d. Keterampilan Pendekatan Tugas (Task Approach Skills)
Keterampilan pendekatan tugas merupakan hasil dari interaksi antara pengalaman belajar, karakteristik generik, kemampuan spesial dan pengaruh lingkungan. Keterampilan ini meliputi standar kinerja, standar nilai-nilai, kebiasaan dalam bekerja, proses kognitif dan persepsi, keutuhan mental dan respon-respon emosi. Perolehan keterampilan ini dilakukan melalui kegiatan:
1. Generalisasi pengamatan diri (Self-Observation Generalization/SOG)
Pengamatan diri untuk menyelesaikan tugas berkaitan dengann bagaimana seseorang dapat menyelesaikan tugas/pekerjaan tersebut sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Hal ini dapat dilihat bagaimana orang mengatakan, ”Saya memiliki kemampuan yang baik dalam hal matematika, tetapi sangat sulit untuk memahami bahasa inggris” atau “sangat sulit bagi saya untuk berdebat dalam sebuah tim, tetapi saya lebih bisa berbicara dengan gaya saya sendiri”.
Dengan kata lain, kemampuan melakukan pengamatan diri sendiri dalam pekerjaan akan menghasilkan kenyamanan seseorang dalam melakukan pekerjaan/tugas tertentu.
2. Generalisasi pengamatan lingkungan sekitar (World-View Generalization/ WVG)
Pengamatan ini dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan gambaran tentang lingkungan di mana dia hidup. Hasil pengamatan ini dipergunakan untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang pada lingkungan yang lain. Hasil pengamatan ini antara lain ”profesi layanan seperti konselor, hanya pantas dilakukan oleh orang yang memiliki kehangatan dan intuitif terhadap orang lain”.
Perlu diketahui bahwa keakuratan pengamatan ini akan dipengaruhi oleh seberapa banyak seseorang mendapatkan (belajar) pengalaman yang representatif.
Teori Krumboltz
POKOK-POKOK PIKIRAN TEORI KRUMBOLTZ
1. Krumboltz adalah salah satu tokoh teori Behaviorisme.
2. Asumsi teori pilihan karir Krumboltz adalah kepribadian seseorang dan daftar perilaku seseorang muncul karena mereka telah belajar sesuatu yang unik dari lingkungannya. Perilaku unik tersebut bukan karena mereka memiliki keunikan yang berasal dari dalam diri mereka sendiri dan bukan karena tugas perkembangan mereka sendiri.
3. Teori belajar sosial memiliki 3 tipe pengalaman belajar yaitu
a. Pengalaman Belajar Instrumental, Individu akan memiliki kecenderungan untuk mengulang perilaku tertentu jika perilaku tersebut mendapatkan reinforcemen (hadiah) yang positif (contoh, belajar tekun diganjar dengan nilai A, sebaliknya, individu akan menghindari perilaku tertentu jika dia mendapatkan hukuman);
b. Pengalaman Belajar Asosiatif, pengalaman ini akan muncul saat seseorang berhubungan dengan stimulus yang telah ada atau berhubungan dengan peristiwa-peristiwa netral (Contoh, seseorang akan menghubungkan rumah sakit dengan kematian orang terdekat dan kemudian menjadi sangat segan/malas untuk melakukan suatu aktivitas yang berhubungan dengan rumah sakit. Dengan demikian dia tidak akan memilih pekerjaan yang berhubungan dengan dunia kedokteran); dan
c. Pengalaman sendiri, manusia adalah mahkluk yang pandai yang dapat mengolah informasi, sehingga mereka dapat belajar perilaku dan keterampilan baru dengan sangat mudah. Perolehan perilaku ini bisa didapat melalui informasi dari media seperti buku, televisi, bioskop dan film.
4. Teori pilihan karir Krumboltz didasarkan pada 4 katagori/faktor yang mempengaruhi proses pilihan karir:
a. Genetik dan kemampuan spesial (Genetic endowment & Special Abilities)
Genetik dan kemampuan spesial yang dimiliki oleh seseorang dalam ilmu behavioristik masih menjadi perdebatan yang hangat. Artinya masih terjadi pertentangan terhadap kemampuan spesifik masing-masing individu. Hal ini didasarkan bahwa penganut paham behaviorisme masih tidak mempercayai kemampuan individu, bahkan, kemampuan individu saat ini merupakan hasil interaksi (belajar) dengan lingkungan. Lingkup genetik dan kemampuan spesial meliputi ras, jenis kelamin, kemampuan diri, karakteristik individu dan termasuk di dalamnya adalah cacat fisik (Physical handicaps). Bahkan masuk akal jika kemapuan spesial seperti intelegensi, kemampuan bermusik, kemampuan akan seni dan koordinasi otot lebih merupakan hasil dari interaksi dari lingkungan tertentu.
b. Kondisi dan peristiwa di lingkungan (Environmental Conditions & Events)
Kondisi dan peristiwa di sekitar yang mempengaruhi proses pilihan karir seseorang antara lain keadaan sosial, keadaan budaya, sistim politik, tekanan perekonomian, bencana alam dan kekayaan alam. Hal lain yang mempengaruhi proses pilihan karir seseorang adalah, (1) jumlah dan jenis kesempatan kerja, (2) jumlah dan jenis kesempatan untuk mengikuti pelatihan/kursus, (3) kebijakan sosial dan prosedur untuk memilih tenaga kerja, (3) peraturan dan hukum tentang ketenagakerjaan, (4) keberadaan dan permintaan akan tenaga kerja, (5) perkembangan teknologi, (6) perubahan pada organisasi-organisasii sosial, (7) pengalaman pelatihan, (8) sistem pendidikan, dan (9) pengaruh lingkungan (tetangga dan masyarakat umum).
c. Pengalaman Belajar (Learning Experience)
Kecenderungan pilihan karir seseorang sangat dipengaruhi oleh pengalaman belajar yang telah dialami oleh seseorang di masa lalu. Hasil belajar yang berhubungan dengan Genetik dan kemampuan spesial oleh Krumboltz diartikan sebagai antecendent (dalam teori ABC) dapat digambarkan sebagai berikut:
ANTECENDENT
BEHAVIORS
CONSEQUENCES
Genetik endowment
Special abilities & Skills
Directly observable results of action
Planned and unplanned environmental contitions or events
Covert and Overt Actions
Covert reactions to consequences (cognitive and emotional responses)
Task or Problem
Impact on significant others
d. Keterampilan Pendekatan Tugas (Task Approach Skills)
Keterampilan pendekatan tugas merupakan hasil dari interaksi antara pengalaman belajar, karakteristik generik, kemampuan spesial dan pengaruh lingkungan. Keterampilan ini meliputi standar kinerja, standar nilai-nilai, kebiasaan dalam bekerja, proses kognitif dan persepsi, keutuhan mental dan respon-respon emosi. Perolehan keterampilan ini dilakukan melalui kegiatan:
1. Generalisasi pengamatan diri (Self-Observation Generalization/SOG)
Pengamatan diri untuk menyelesaikan tugas berkaitan dengann bagaimana seseorang dapat menyelesaikan tugas/pekerjaan tersebut sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Hal ini dapat dilihat bagaimana orang mengatakan, ”Saya memiliki kemampuan yang baik dalam hal matematika, tetapi sangat sulit untuk memahami bahasa inggris” atau “sangat sulit bagi saya untuk berdebat dalam sebuah tim, tetapi saya lebih bisa berbicara dengan gaya saya sendiri”.
Dengan kata lain, kemampuan melakukan pengamatan diri sendiri dalam pekerjaan akan menghasilkan kenyamanan seseorang dalam melakukan pekerjaan/tugas tertentu.
2. Generalisasi pengamatan lingkungan sekitar (World-View Generalization/ WVG)
Pengamatan ini dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan gambaran tentang lingkungan di mana dia hidup. Hasil pengamatan ini dipergunakan untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang pada lingkungan yang lain. Hasil pengamatan ini antara lain ”profesi layanan seperti konselor, hanya pantas dilakukan oleh orang yang memiliki kehangatan dan intuitif terhadap orang lain”.
Perlu diketahui bahwa keakuratan pengamatan ini akan dipengaruhi oleh seberapa banyak seseorang mendapatkan (belajar) pengalaman yang representatif.
1. Krumboltz adalah salah satu tokoh teori Behaviorisme.
2. Asumsi teori pilihan karir Krumboltz adalah kepribadian seseorang dan daftar perilaku seseorang muncul karena mereka telah belajar sesuatu yang unik dari lingkungannya. Perilaku unik tersebut bukan karena mereka memiliki keunikan yang berasal dari dalam diri mereka sendiri dan bukan karena tugas perkembangan mereka sendiri.
3. Teori belajar sosial memiliki 3 tipe pengalaman belajar yaitu
a. Pengalaman Belajar Instrumental, Individu akan memiliki kecenderungan untuk mengulang perilaku tertentu jika perilaku tersebut mendapatkan reinforcemen (hadiah) yang positif (contoh, belajar tekun diganjar dengan nilai A, sebaliknya, individu akan menghindari perilaku tertentu jika dia mendapatkan hukuman);
b. Pengalaman Belajar Asosiatif, pengalaman ini akan muncul saat seseorang berhubungan dengan stimulus yang telah ada atau berhubungan dengan peristiwa-peristiwa netral (Contoh, seseorang akan menghubungkan rumah sakit dengan kematian orang terdekat dan kemudian menjadi sangat segan/malas untuk melakukan suatu aktivitas yang berhubungan dengan rumah sakit. Dengan demikian dia tidak akan memilih pekerjaan yang berhubungan dengan dunia kedokteran); dan
c. Pengalaman sendiri, manusia adalah mahkluk yang pandai yang dapat mengolah informasi, sehingga mereka dapat belajar perilaku dan keterampilan baru dengan sangat mudah. Perolehan perilaku ini bisa didapat melalui informasi dari media seperti buku, televisi, bioskop dan film.
4. Teori pilihan karir Krumboltz didasarkan pada 4 katagori/faktor yang mempengaruhi proses pilihan karir:
a. Genetik dan kemampuan spesial (Genetic endowment & Special Abilities)
Genetik dan kemampuan spesial yang dimiliki oleh seseorang dalam ilmu behavioristik masih menjadi perdebatan yang hangat. Artinya masih terjadi pertentangan terhadap kemampuan spesifik masing-masing individu. Hal ini didasarkan bahwa penganut paham behaviorisme masih tidak mempercayai kemampuan individu, bahkan, kemampuan individu saat ini merupakan hasil interaksi (belajar) dengan lingkungan. Lingkup genetik dan kemampuan spesial meliputi ras, jenis kelamin, kemampuan diri, karakteristik individu dan termasuk di dalamnya adalah cacat fisik (Physical handicaps). Bahkan masuk akal jika kemapuan spesial seperti intelegensi, kemampuan bermusik, kemampuan akan seni dan koordinasi otot lebih merupakan hasil dari interaksi dari lingkungan tertentu.
b. Kondisi dan peristiwa di lingkungan (Environmental Conditions & Events)
Kondisi dan peristiwa di sekitar yang mempengaruhi proses pilihan karir seseorang antara lain keadaan sosial, keadaan budaya, sistim politik, tekanan perekonomian, bencana alam dan kekayaan alam. Hal lain yang mempengaruhi proses pilihan karir seseorang adalah, (1) jumlah dan jenis kesempatan kerja, (2) jumlah dan jenis kesempatan untuk mengikuti pelatihan/kursus, (3) kebijakan sosial dan prosedur untuk memilih tenaga kerja, (3) peraturan dan hukum tentang ketenagakerjaan, (4) keberadaan dan permintaan akan tenaga kerja, (5) perkembangan teknologi, (6) perubahan pada organisasi-organisasii sosial, (7) pengalaman pelatihan, (8) sistem pendidikan, dan (9) pengaruh lingkungan (tetangga dan masyarakat umum).
c. Pengalaman Belajar (Learning Experience)
Kecenderungan pilihan karir seseorang sangat dipengaruhi oleh pengalaman belajar yang telah dialami oleh seseorang di masa lalu. Hasil belajar yang berhubungan dengan Genetik dan kemampuan spesial oleh Krumboltz diartikan sebagai antecendent (dalam teori ABC) dapat digambarkan sebagai berikut:
ANTECENDENT
BEHAVIORS
CONSEQUENCES
Genetik endowment
Special abilities & Skills
Directly observable results of action
Planned and unplanned environmental contitions or events
Covert and Overt Actions
Covert reactions to consequences (cognitive and emotional responses)
Task or Problem
Impact on significant others
d. Keterampilan Pendekatan Tugas (Task Approach Skills)
Keterampilan pendekatan tugas merupakan hasil dari interaksi antara pengalaman belajar, karakteristik generik, kemampuan spesial dan pengaruh lingkungan. Keterampilan ini meliputi standar kinerja, standar nilai-nilai, kebiasaan dalam bekerja, proses kognitif dan persepsi, keutuhan mental dan respon-respon emosi. Perolehan keterampilan ini dilakukan melalui kegiatan:
1. Generalisasi pengamatan diri (Self-Observation Generalization/SOG)
Pengamatan diri untuk menyelesaikan tugas berkaitan dengann bagaimana seseorang dapat menyelesaikan tugas/pekerjaan tersebut sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Hal ini dapat dilihat bagaimana orang mengatakan, ”Saya memiliki kemampuan yang baik dalam hal matematika, tetapi sangat sulit untuk memahami bahasa inggris” atau “sangat sulit bagi saya untuk berdebat dalam sebuah tim, tetapi saya lebih bisa berbicara dengan gaya saya sendiri”.
Dengan kata lain, kemampuan melakukan pengamatan diri sendiri dalam pekerjaan akan menghasilkan kenyamanan seseorang dalam melakukan pekerjaan/tugas tertentu.
2. Generalisasi pengamatan lingkungan sekitar (World-View Generalization/ WVG)
Pengamatan ini dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan gambaran tentang lingkungan di mana dia hidup. Hasil pengamatan ini dipergunakan untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang pada lingkungan yang lain. Hasil pengamatan ini antara lain ”profesi layanan seperti konselor, hanya pantas dilakukan oleh orang yang memiliki kehangatan dan intuitif terhadap orang lain”.
Perlu diketahui bahwa keakuratan pengamatan ini akan dipengaruhi oleh seberapa banyak seseorang mendapatkan (belajar) pengalaman yang representatif.
Langganan:
Postingan (Atom)
Kesurupan .......... Tulisan ini mencoba untuk menjawab berbagai pertanyaan tentang proses terjadinya kesurupan massal yang menjadi fe...
-
KONSELING LINTAS BUDAYA Oleh: Boy Soedarmadji A. Pengantar Sesuai dengan kodrat yang dimiliki oleh manusia bahwa manusia diciptakan sebagai ...
-
PENDEKATAN GESTALT Oleh: Boy Soedarmadji Frederick Perls (1893-1970) adalah pendiri pendekatan konseling Gestalt. Frederick dilahirkan di Be...
-
MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING Oleh: Boy Soedarmadji A. Definisi Seringkali kita temui dalam proses pembelajaran di kelas, guru mengalami mas...